Chat Anak SD Kalau Sudah Pacaran



Anak sekarang memang aneh-aneh kelakuannya guys, dulu waktu kecil lihat orang dewasa pacaran, eh sekarang malah lihat anak SD pada pacaran, nyeselin ya guys heheh.
Tapi tenang aja guys, untuk menghibur kalian semua coba deh lihat beberapa chat anak SD kalo lagi pacaran :
1. Kekhawatiran dari sang cewek terbayar oleh kemenangan main kelereng
Kalo yang ini ceweknya khawatir karena nggak ada respon dari si cowok, padahal si cewek dah nggak makan loh guys, heheh
2. Bunda melarang ayah main kelereng
Chat Anak SD Kalau Sudah Pacaran

Kalo yang ini mah biasanya ibu atau bapak kita sering marahin kalo waktu kita sering main kelereng waktu kecil. Nah,kalo ini malah pacarnya yang melarang main kelereng, heheh.
3. Keputusan yang bijak dari si cewek
Chat Anak SD Kalau Sudah Pacaran

Si ceweknya nggak terima kalo cowoknya nggak jadi dewasa dan lebih mentingin main PS nya, pada sih sudah kelas 5 loh, kan mau naik kelas 6 heheheh.
Itulah beberapa chat anak SD yang lucu, gambar diatas hanya hiburan semata ya guys, semoga terhibur ya.
(Sumber: UCnews)

Pemanis Buatan Bebas Risiko? Siapa Bilang

Pemanis Buatan Bebas Risiko? Siapa Bilang

Orang mungkin akan berharap kehilangan beberapa kilogram dengan mengganti gula biasa ke pemanis buatan. Sebaiknya pikir dua kali, sebab menurut studi, pemanis buatan justru menambah angka timbangan Anda.

Kajian dari 37 penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pemanis non-nutrisi dapat dikaitkan dengan peningkatan berat badan dan berisiko terkena tekanan darah tinggi dan diabetes tipe 2.

"Dari semua penelitian, tidak ada bukti konsisten manfaat jangka panjang dari pemanis buatan, namun ada bukti kenaikan berat badan dan peningkatan risiko hasil kardiometabolik lainnya," kata salah satu penulis Meghan Azad, dari Universitas Manitoba, Winnipeg, Kanada," sepeti dilansir Times of India.

Menurut peneliti, pemanis buatan seperti aspartame, sucralose dan stevia yang meluas memicu epidemi obesitas. Di samping itu, secara kimiawi pemanis buatan pun berbeda dengan gula.

Studi yang dipublikasikan CMAJ (Canadian Medical Association Journal), tim melakukan uji coba acak dan melibatkan 1.003 orang. Pada percobaan tersebut tidak ditemukan hubungan antara penggunaan pemanis buatan pada penurunan berat badan. Sementara observasi yang lebih lama menunjukkan kaitan antara konsumsi pemanis buatan dengan risiko obesitas, masalah jantung, dan masalah kesehatan lainnya.

Meski demikian, bagaimanapun studi yang diikuti dari waktu ke waktu masih bias karena uji coba terkontrol secara acak yang dilakukan relatif singkat. Maka itu risiko dan manfaat dari pemanis ini perlu dievaluasi.

"Sudah saatnya sains melihat manfaat yang ada, apakah itu cukup berarti atau berisiko," kata Das.

Sumber: Detik.com

Apakah Kamu Apabila Tidur Mendengkur? bIni Dia Kaitan Mendengkur dan Penyakit Jantung

Apakah Kamu Apabila Tidur Mendengkur? bIni Dia Kaitan Mendengkur dan Penyakit Jantung

Mereka yang telah menjalani terapi angioplasti koroner untuk membuka penyumbatan atau penyempitan pembuluh darah disarankan untuk menjalani perawatan mendengkur.

Demikian menurut sekelompok peneliti dari Rumah Sakit Pusat Kobe, Jepang. Ditemukan bahwa jika mendengkur dan gangguan nafas saat tidur diabaikan, pasien yang telah mengalami sumbatan arteri koroner beresiko mengalami serangan jantung atau stroke sampai dua kali lipat.

Mengapa? Mendengkur merupakan tanda terjadinya penyempitan saluran nafas saat tidur. Akibatnya saluran nafas tersumbat dan secara berkala mengakibatkan penurunan kadar oksigen.

Sleep apnea atau henti nafas saat tidur terjadi ketika seseorang pendengkur tidur. Di antara dengkuran suara berisik terhenti, dan nafas tampak berat. Saat ini saluran nafas tersumbat, dan penderita seolah tercekik dalam tidur. 

Dalam kondisi tersebut oksigen turun drastis. Karena sesak, penderita akan tersedak untuk mengambil nafas tiba-tiba. Jika dilihat gelombang otak tidurnya, pendengkur terbangun singkat tanpa terjaga. 

Bayangkan jika ini terjadi berulang kali sepanjang malam. Akibatnya oksigen turun naik, dan pendengkur terpotong-potong proses tidurnya. Pendengkur akan merasa tak segar dan terus mengantuk sepanjang hari walaupun durasi tidurnya cukup. Inilah yang disebut dengan hipersomnia, kantuk berlebihan.

Proses terbangun-bangun dan turun naiknya oksigen akan memicu respon inflamasi yang bersifat merusak bagi kesehatan jantung.

Henti nafas pada sleep apnea bisa berlangsung bervariasi sepanjang malam. Sepuluh detik hingga puluhan detik. Bayangkan betapa merusaknya kondisi henti nafas saat tidur ini.

Penelitian yang diterbitkan pada the Journal of the American Heart Association Juni 2016, melihat data dari 241 pasien yang telah jalani prosedur pembukaan sumbatan arteri jantung. Kesemuanya kemudian menjalan pemeriksaan tidur yang merekam aliran udara dan fungsi-fungsi nafas saat tidur. Didapati 52,3 persen pasien ternyata juga menderita sleep apnea.

Pasien-pasien tersebut diikuti selama 5 tahun. Sejumlah 21,4 persen dari yang mendengkur ternyata alami serangan pada pembuluh darah jantung atau otak, dibandingkan dengan 7,8 persen pada non pendengkur. Sementara, resiko kematian didapati meningkat hingga tiga kali lipat pada pendengkur.

Para ahli tersebut menutup publikasinya dengan seruan agar para dokter mulai mengevaluasi kebiasaan tidur pasien-pasien dengan masalah jantung dan stroke. Tak sulit, cukup tanyakan kebiasaan mendengkurnya saja. Biasanya pasangan pasienlah yang langsung mengamini.
(Sumber: kompas.com)

Wanita yang Merokok Ternyata Lebih Berisiko Sakit Jantung Ketimbang Pria

Wanita yang Merokok Ternyata Lebih Berisiko Sakit Jantung Ketimbang Pria
Perokok wanita menghadapi risiko 25 persen lebih tinggi terkena penyakit jantung dibandingkan dengan pria yang merokok dan berisiko dua kali lipat terkena kanker paru-paru dibandingkan dengan pria perokok.
Kesimpulan ini didapat dari hasil meta-analisis terhadap 86 studi internasional yang melibatkan 2.4 juta orang menambah bukti bahwa kesehatan perempuan yang buruk dipengaruhi oleh merokok.
Evaluasi terakhir meneliti 75 set data termasuk 67 ribu kasus penyakit jantung, termasuk di antaranya serangan jantung.
Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar dua persen setiap tahun, yang berarti bahwa semakin lama seorang wanita merokok, semakin tinggi risikonya terkena penyakit jantung dibandingkan dengan pria yang merokok dalam jangka waktu yang sama.
Penelitian yang diterbitkan pertama secara online oleh jurnal medis Lancet ini, dilakukan oleh Dr Rachel Huxley dari University of Minnesota dan Dr Mark Woodward dari Johns Hopkins University, Baltimore.
Peningkatan risiko pada wanita lebih besar daripada pria, mungkin karena perbedaan fisiologis di antara mereka. Berat badan dan pembuluh darah yang lebih kecil merupakan faktor kunci, kata peneliti.
Misalnya, wanita mungkin menyerap racun dalam kuantitas lebih besar dari jumlah rokok yang sama dibanding pria. Kkuantitas yang lebih besar dari karsinogen dan zat-zat beracun lainnya dari nomor yang sama dari rokok dibandingkan pria.
Kejadian ini bisa menjelaskan, mengapa wanita yang merokok dua kali lebih mungkin terkena kanker paru-paru dibandingkan dengan pria, tambah peneliti.
Amanda Sandford, manajer riset grup antirokok, Action on Smoking and Health (ASH) mengatakan "Kami tahu bahwa wanita perokok lebih berisiko terkena kanker paru-paru, tapi ini adalah pertama kalinya ada bukti bahwa wanita perokok juga lebih rentan menderita penyakit jantung dibanding pria."
Dr Tony Falconer, Presiden Royal College of Obstetricians dan Gynaecologists (RCOG) mengatakan, risiko yang dimiliki wanita akibat rokok tidak hanya berhenti sampai penyakit jantung dan kanker paru-paru.
Selama kehamilan, kebiasaan merokok bisa mengakibatkan berat badan bayi lahir rendah, peningkatan risiko kelahiran prematur atau lahir mati.
"Sebagai dokter, kami sangat prihatin dengan anak muda, yang dengan mudah dibujuk oleh iklan dan tekanan pergaulan. Kita perlu mendukung dan membantu wanita untuk hidup sehat dan ini mencakup berhenti merokok," kata Falconer.
Ellen Mason, perawat senior untuk pasien jantung di British Heart Foundation, mengatakan, "Sangat mengkhawatirkan mengetahui ada studi besar yang mengonfirmasi bahwa wanita jauh lebih berisiko terkena penyakit jantung akibat merokok dibandingkan laki-laki."
"Meskipun umumnya, jumlah rokok yang diisap wanita dalam satu hari lebih sedikit daripada pria, secara substansial nampaknya wanita tetap lebih berisiko terkena penyakit jantung. Secara biologis wanita lebih rentan terhadap bahaya merokok dan jika mereka menjadi perokok pasif," tambah Mason.
Hasil penelitian ini juga hendaknya jadi perhatian pemerintah untuk menghentikan produsen rokok menarget wanita secara khusus, dengan membuat desain kemasan dan iklan yang dibuat sedemikian rupa.

(Sumber: Tribunnews.com)

Sindrom patah hati bisa mengakibatkan gagal jantung. Para jomblo wajib baca!!!!!

Sindrom patah hati bisa mengakibatkan gagal jantung. Para jomblo wajib baca!!!!!
Sebuah kondisi yang dikenal dengan 'sindrom patah hati' kemungkinan mengakibatkan kerusakan jangka panjang dan lebih parah dari yang diperkirakan sebelumnya, kata sebuah penelitian.
Sindrom ini bisa dipicu oleh tekanan emosional yang parah, seperti kematian orang yang dicintai, dan dapat menyebabkan penyakit gagal jantung sementara.
Hingga saat ini, diperkirakan sindrom patah hati bisa sembuh total, namun penelitian menyebutkan kondisi tersebut bisa mengakibatkan kerusakan jangka panjang.
Sindrom patah hati mempengaruhi lebih dari 3.000 orang per tahun di Inggris. Namun, terkadang sindrom itu menyerang orang-orang yang belum pernah mengalami stres emosional atau kehilangan seseorang yang dicintai sebelumnya.
Gejalanya mirip dengan serangan jantung dan sindrom yang kebanyakan menyerang kaum perempuan ini, biasanya didiagnosis di rumah sakit.

Gerakan memompa jantung

Dengan menggunakan pemindai ultrasound dan MRI terhadap 52 pasien yang menderita sindrom patah hati atau yang disebut Takotsubo para peneliti dari Universitas Aberdeen mencermati fungsi jantung para responden.
Hasilnya menunjukkan bahwa sindrom tersebut secara permanen mempengaruhi gerakan memompa jantung. Otot yang memutar atau "memeras" saat jantung berdetak tertunda dan kekuatan gerakan meremas juga jadi berkurang.
Para periset juga menemukan bahwa bagian-bagian otot jantung tergantikan oleh bekas luka halus, yang mengurangi elastisitas jantung dan mencegahnya untuk berkontraksi dengan benar.
Dr Dana Dawson, yang memimpin penelitian tersebut, mengatakan: "Kami terbiasa berpikir bahwa orang-orang yang menderita takotubo cardiomyopathy ini akan pulih sepenuhnya, tanpa campur tangan medis. Di sini kami diperlihatkan bahwa penyakit ini memiliki efek kerusakan lebih lama pada jantung orang-orang yang menderita penyakit ini."

Bentuk luka

Berbagai angka menunjukkan bahwa sekitar 3% sampai 17% orang-orang yang menderita dengan sindrom ini meninggal dalam waktu lima tahun setelah diagnosis.
Sekitar 90% penderita berasal dari kalangan perempuan dan pemicu stres diidentifikasi pada sekitar 70% kasus.
Prof Metin Avkiran, direktur medis di lembaga BHF, menambahkan: "Penelitian ini menunjukkan bahwa pada beberapa pasien yang terpapar sindrom Takotsubo, berbagai aspek fungsi jantung tetap tidak normal sampai empat bulan kemudian.
"Dan yang mengkhawatirkan, terdapat bentuk luka pada jantung para pasien ini, ini menunjukkan bahwa proses pemulihannya mungkin memakan waktu lebih lama, atau mungkin tidak akan sembuh, dengan pengobatan yang ada saat ini.
"Hal ini menyoroti kebutuhan untuk segera menemukan cara pengobatan baru dan lebih efektif untuk kondisi yang merusak ini."
(Sumber: Tribunnews)