Astaghfirullah... Jangan Mudah Berutang, Tahukah Bahwa Jiwa Seorang Mukmin Terkatung-katung Sampai Utangnya Dilunasi?

LINK 200x90
336x280


Yuk SharezSahabat Ummi, meskipun saat ini setiap orang bisa dengan sangat mudah berutang, kita perlu tetap berhati-hati dan selektif dalam meminjam uang. Untuk keperluan apa, meminjam pada siapa, bagaimana metode pembayarannya, apakah penghasilan kita cukup untuk mengcover pembayarannya, berapa lama utang tersebut bisa dilunasi, dan pertimbangan-pertimbangan lainnya. Karena dalam sebuah hadits shahih, Rasulullah menyampaikan bahwa jiwa seorang mukmin terkatung-katung sampai hutangnya telah dilunasi.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anuma, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda: "Jiwa seorang mukmin itu terkatung-katung dengan sebab utangnya sampai utang dilunasi." (HR. Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah)

Imam al-Munawi rahimahullah berkata, “Jiwa seorang mukmin, maksudnya: ruhnya terkatung-katung setelah kematiannya dengan sebab utangnya. Maksudnya, ia terhalangi dari kedudukan mulia yang telah disediakan untuknya, atau (terhalang) dari masuk surga bersama rombongan orang-orang yang shalih.”

Yang lebih mengerikan, sekalipun seseorang berjihad dan terbunuh sebagai syahid dalam medan jihad tersebut, tetap saja ia tak bisa memasuki surga jika utang yang dimilikinya belum terlunasi.

Dari Muhammad bin Jahsy Radhiyallahu anhu, ia berkata, “Pada suatu hari kami duduk bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallamsedang menguburkan jenazah. Beliau menengadahkan kepala ke langit kemudian menepukkan dahi beliau dengan telapak tangan sambil bersabda: ‘SUBHÂNALLAH, betapa berat ancaman yang diturunkan.’ Kami diam saja namun sesungguhnya kami terkejut. Keesokan harinya aku bertanya kepada beliau, ‘Wahai Rasulullah! Ancaman berat apakah yang turun?’ Beliau menjawab, ‘Demi Allah yang jiwaku berada di tangan-Nya, seandainya seorang laki-laki terbunuh fii sabiilillaah kemudian dihidupkan kembali kemudian terbunuh kemudian dihidupkan kembali kemudian terbunuh sementara ia mempunyai utang, maka ia tidak akan masuk surga hingga ia melunasi utangnya.’”

Oleh sebab itu, jika kita berutang, penting untuk mencatatnya dan berniat untuk melunasinya. Waspadailah utang apalagi jika sudah dijadikan gaya hidup, misalnya dengan kartu kredit bahkan belanja bulanan pun bisa berutang. Utang yang terlihat kecil pun perlu diwaspadai, misalnya utang ke tukang sayur, utang ke warung sembako, catatlah semuanya dengan baik jangan sampai kita sengaja berutang dengan niat tidak dilunasi, sungguh berbahaya. 

Orang-orang yang tak melunasi utangnya di dunia, maka akan melunasi utangnya tersebut di akhirat, yakni dengan cara memberikan pahala kebaikannya untuk orang yang memberinya utang, atau memikul dosa orang yang meminjamkannya utang tersebut. Na'udzubillah min dzalik. Semoga Allah memudahkan kita dalam melunasi utang.



sumber : ummi-online.com
336x280
loading...

0 Response to "Astaghfirullah... Jangan Mudah Berutang, Tahukah Bahwa Jiwa Seorang Mukmin Terkatung-katung Sampai Utangnya Dilunasi?"

Post a Comment