Ibuku , Jika Sejak Dulu Aku Merasakan Sakitnya Melahirkan, Mungkin Aku Tidak akan Pernah Jadi Pembangkang. Bantu Share

LINK 200x90
336x280


Yuk SharezMendefinisikan pengorbanan seorang ibu terhadap anak-anaknya tidak akan ada ujungnya, ya, Sahabat Abi Ummi. Tentu tidak akan kita rasakan, kecuali ketika kita menjadi orang tua nanti. Jika ummi berjuang dari pagi hingga larut malam mencari rezeki sedikit demi sedikit untuk kehidupan keluarga, ibu seharian menjaga anaknya agar tetap tumbuh berkembang dengan baik.

Berbicara tentang ibu, sosok satu ini mungkin memiliki beragam definisi.Mungkin ibu adalah seorang pahlawan, seorang teman berbagi keluh, seorang soulmate, dan lain-lain. Tapi, tak dapat kita mungkiri peran ibu dalam mengandung, melahirkan, dan membesarkan kita hingga sedewasa ini. Ketiga proses itu bukanlah hal yang mudah karena banyak rintangan yang akan ditemui, bahkan bukanlah sesuatu yang dapat kita kira sebelumnya. Salah satunya adalah rasa sakitnya melahirkan.

Pengorbanan ibu bukan hanya seperti yang kita lihat saat ini: membenahi pakaian anak-anaknya yang berantakan, menyuapi makan anaknya sambil mengangkat jemuran, sibuk memikirkan menu makanan tiap pagi dengan harapan keluarganya akan menghabiskan masakannya, dan lain-lain. Jauh sebelum itu, ibu pernah merasakan susahnya kehamilan dan sakitnya melahirkan.

Kehamilan yang dinanti-nanti tidak selalu berjalan mulus, walau pengalaman yang dirasakan tiap calon ibu berbeda-beda. Kebahagiaan yang dirasa ketika sang jabang bayi lahir bisa menghapus rasa sakit itu, bahkan ibu tidak jera untuk mengulangi kehamilan. Ada rahasia Allah di balik rasa sakit yang sebenarnya bisa Dia hapus jika ingin. Salah satunya agar kita mampu menghormati dan menyayangi ibu, juga merawatnya kala tua nanti. Semua kesakitan yang dirasakan ibu ketika melahirkan suatu hari akan kita rasakan juga, mungkin kita akan menangis karena mengingat semua salah dan dosa kepada ibu.

Tahap Pertama: Ketika Bayi Siap Keluar, Terjadi Kontraksi yang Menyebabkan Otot-Otot Rahim Menegang. Kandung Kemih, Rektum, Tulang Belakang, dan Tulang Pubik Menerima Tekanan Kuat dari Rahim.

Sakitnya melahirkan tahap ini disebabkan leher rahim, v4g1na, jalan lahir, serta jaringan lunak yang ada di sekitarnya mengalami peregangan. Dapat dibayangkan jika ada satu saja anggota tubuh kita diregangkan paksa saja terasa sakit, tapi berulang kali lipatnya.

Tahap Kedua: Ketika Kepala Bayi Mulai Turun ke Saluran Rahim, Terjadi Tekanan Berikutnya. Ibu Merasakan Sakit yang Menjalar dari Bawah Punggung ke Bagian Bawah Perut hingga Kaki
Ketika kepala bayi mulai turun ke saluran rahim, rasa sakit akan menjalar dari bawah punggung, bawah perut, hingga kaki.

Saat jabang bayi “meminta” keluar, bayi akan mendorong keluar ke jalan rahim dan membuat ibu merasakan fenomena, seperti kram haid yang dahsyat. Ada juga yang menganggapnya seperti gangguan pencernaan. Secara medis, sakit pada tahap ini dikategorikan bersifat tumpul atau visceral-dull. Rasa sakit ini juga disebabkan saat kontraksi, otot-otot dinding rahim mengerut akibat adanya perubahan hormon estrogen, progesteron, oksitosin, dan prostaglandin selama kehamilan.

Tahap Ketiga: Ketika Bayi Muncul di Bibir v4g1na, Perineum atau Jaringan di Antara v4g1na dan Anus akan Terentang Kencang.

Pada tahap ini, kepala bayi akan mendorong jaringan tersebut sehingga membuatnya terentang kencang dan terjadi perobekan jaringan untuk jalan bayi lahir. Ibu akan merasakan rasa sakit yang digambarkan seperti buang air besar setelah sembelit satu bulan. Secara medis, sakit ini bersifat panas dan tajam atau somatic-sharp and burning, walaupun kebanyakan para ibu tidak terlalu merasakan rasa sakit tahap ini karena telah merasakan sakit tahap 1 dan 2.

Rasa sakit juga dapat disebabkan oleh jiwa atau psikologi ibu yang cemas menjalang kelahiran bayi. Kadang-kadang, setelah melahirkan pun sang jabang bayi mendapatkan porsi perhatian yang lebih banyak daripada yang didapat ibu.

Hal ini dapat menimbulkan guncangan psikis yang bernama post partum blues. Sudah tahu, kan, bagaimana perjuangan ibu dalam menghadapi sakitnya melahirkan? Rasa sakit yang dirasa ibu terbayar dengan melihat jabang bayinya. Oleh karena itu, berusahalah selalu mengganjar rasa sakitnya dengan melihat kita tumbuh menjadi anak berbakti yang mampu membahagiakannya. (abiummi)
336x280
loading...

0 Response to "Ibuku , Jika Sejak Dulu Aku Merasakan Sakitnya Melahirkan, Mungkin Aku Tidak akan Pernah Jadi Pembangkang. Bantu Share"

Post a Comment